June 13, 2007

Tentang Masa Depan

Filed under: Curhat — satriadarma @ 9:10 am

Malam ini ada pembicaraan serius dengan Mas Bondan (temen kostan yg kamarnya didepan kamar saya, beliau baru aja melangsungkan pernikahannya hari minggu kemarin dan malam ini bercerita tentang pernikahannya). Tentang masa depan yang sekiranya akan saya raih. Masa depan yang ternyata memang tidak cukup hanya dibicarakan semata.. tapi juga harus direncanakan dengan matang sematang - matangnya. Tentang hidup dan bersatunya dua anak manusia didalam cinta. Abadi. Insya Allah, Amin.

Saya sering berfikir tentang kehidupan…. tentang apa yang akan saya jalani esok hari. Tapi tidak seperti malam ini. Perlunya waktu untuk merenungkan itu semua saya ambil malam ini. Perenungan itu bermula dari niat saya ingin menikah muda. Ini menjadi hal yang berkutat didalam otak saya akhir - akhir ini. Saat ini, usia saya baru 22 tahun. Usia yang masih sangat muda untuk menikah memang. Tapi entah kenapa, pikiran saya nggak bisa diabaikan begitu saja. Nggak bisa dipungkiri, lingkungan dan pendidikan yang membuat saya bisa berfikir dewasa seperti ini. (atau justru terlalu mengada - ada?). Di kantor saya dijuluki “Muka Boros”. Usia saya masih muda tapi temen2 yang ngeliat saya pertama kali selalu bilang kalau saya usianya 27tahunan… malah ada yang pernah bilang 30 tahun… malahan ada juga yang bilang sudah berkeluarga.. Hahaha.. setua itukah saya terlihat??

Dan ternyata menikah tidak segampang membalikan telapak tangan. Jelas. Tak juga semudah memikirkannya…. menikah bukan hanya emosi dan ego sesaat. Mempersatukan dua pribadi yang berbeda dalam jalan ibadah ini memang membutuhkan pemikiran yang benar2 matang. BENAR2 matang… saya menyadari itu. Tapi pada akhirnya hal itu tidak juga meluluhkan niat saya untuk menikah muda… Hendra, sahabat saya itu berencana bulan Agustus 2007 ini melamar pacarnya.. wew… keduluan deh.. dan bukan karena panas juga sih saya ingin ikut2an dia (padahal ada juga sedikit). Dulu waktu kita masih sama2 kuliah kita sering membicarakan tentang pernikahan…. menikah muda… Saya sendiri sampai heran, apa ini sudah menjadi tren gitu?? tapi ntah papa… saya hanya merasa ini bagian dari proses pendewasaan. Hal ini sempat kami (saya dan mimi) bicarakan dengan orang tua mimi dan berujung pada kesimpulan bahwa saya belum siap. (saat itu saya hanya bertanya - tanya: kenapa saya belum siap???? tidakkah mereka melihat bahwa sekarang saya sudah bekerja, mempunyai penghasilan dan worth it untuk dijadikan menantu). Tapi akhirnya saya menemukan jawabannya malam ini. Saya mengerti.

Masih banyak yang harus saya kumpulkan… keberanian (berani mengambil resiko), keikhlasan, dan yang pasti kebutuhan materi untuk pencapaian itu semua. Satu hal yang nggak perlu ditanyakan adalah Niat. Saya dapat katakan bahwa di bagian ini saya sudah benar2 matang… hanya saja waktu belum mengizinkan rasanya. Pemikiran itu akhirnya sampai kepada tahap2 puncaknya sehingga saya memutuskan untuk berhenti sejenak, menyatu bersama keheningan dimalam yang semakin larut dan menemukan jawabannya. Saya harus mempersiapkan segalanya dengan matang sehingga ketika semuanya tiba, saya sudah siap dengan sebenar - benarnya seperti niat saya yang menggebu - gebu ini.

Tulisan ini saya dedikasikan untuk Mimi (Lavinnia Kartasentana).

Ketika waktu itu tiba, akan kujemput engkau dengan kesiapan mendekati sempurna… cinta yang mendekati sempurna, Niat yang mendekati sempurna, dan keikhlasan untuk hidup bersamamu dengan sempurna dijalan yang diridhoi-Nya …

4 Comments »

  1. hmmmm….nikah muda itu emang bukan tren lho om…

    kadang2 pasangan muda mikirnya nikah muda itu pasti indah bgt^^
    alasannya: ga mau pacaran lama2 krn dilarang agama/ngerasa udah siap.

    tapi…agama juga melarang mereka para suami/istri yg blum bisa menafkahi/membahagiakan pasangan hidupnya itu….

    tau ga..irma juga suka galau…hehehe…antara nikah muda atau bikin persiapan nikah itu sesempurna mgkn? sempurna itu relatif, jadi…kalo mau nikah…mikir dulu…apa qta bisa ngebahagiain pasangan qta?yakin hidup mapan, bahagia & bermanfaat?

    mgkn galau yg kyk gini jg ujian dari Allah SWT^^
    smakin qta bisa membahagiakan pasangan qta, brarti smakin siap ke pernikahan itu.

    yg namanya bahagia itu harus abadi iya ga?nah….gmn coba nyusun masa depan yg bahagia ituw?hehehe….

    Comment by irma — June 15, 2007 @ 9:38 pm
  2. dan kategori disebut mapan itu seperti apa ya?? kadang saya juga bingung, yang saya yakin sih kalo rizki datangnya dari Allah dan pasti ada jalannya selama kita berusaha.

    menafkahi? ini yg susah. mungkin saya takabur juga… tapi akhirnya sadar yang lebih susah adalah meyakinkan orang tua kita bahwa kita sudah mampu menikah.

    akhirnya balik lagi: sabar.

    ^_^ thx for your comment

    Comment by webmaster — June 17, 2007 @ 2:04 pm
  3. [...] menjadi lebih baik bersamanya… dan ketika saat itu tiba, pasti saya akan menjemputnya dengan niat yang mendekati sempurna, keinginan dan kemampuan materi yang juga mendekati sempurna. (I’m still in progress for [...]

    Pingback by Lagu Cinta Melulu | Irfan Satriadarma — June 17, 2008 @ 11:47 pm
  4. duuuuh … fan, ini postingan jero pisan … beneran!

    Comment by meitymutiara — June 18, 2008 @ 6:41 pm

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment